Perkembangan Perbankan Syari’ah Di Indonesia

Ekonomi syari’ah adalah suatu sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan atas al-Qur’an dan Hadits. Meskipun sistemnya berjalan atas itu, tetapi ekonomi syari’ah tidak hanya diperuntukkan bagi kaum muslin saja. Tetapi untuk seluruh umat manusia.

Perkembangan keuangan berbasis syari’ah ini di Indonesia dimulai pada tahun 1993 yaitu pada saat berdirinya bank syari’ah pertama; Bank Muamalat. Lalu disusul dengan munculnya asuransi syari’ah yang pertama pada tahun 1994, yaitu Asuransi Takaful Indonesia.

Geliat ekonomi syari’ah mulai terbukti dengan tetap berdirinya Bank Syari’ah Muamalat dan Asuransi Takaful Indonesia pada masa krisis ekonomi menghantam setiap sendi-sendi negara ini pada tahun 1998. Ketika bank-bank konvensional disibukkan dengan aktivitas rush yang membuat bank terlikuidasi, bank syari’ah (Bank Muamalat-pen) justru mampu untuk membuktikan bahwa bank syari’ah adalah bank yang paling likuid dan dapat dipercaya memegang dana nasabah. Dan terbukti pula Asunransi Takaful Indonesia tidak mengalami gulung tikar.

Meskipun regulasi yang mengaturnya belum maksimal, tetapi perbankan syari’ah tetap dapat menjalankan kegiatannya melalui Undang-Undang No.7 Tahun 1992 serta beberapa keputusan-keputusan mentri lainnya tetapi perkembangan perbankan syari’ah tidaklah mengecewakan. DSN-MUI mejadi salah satu tiang kokoh bagi jalannya perbankan syari’ah agar sesuai dengan syari’ah. Fatwa-fatwa DSN-MUI pun dijadikan sebagai landasan dalam mengatur perbankan syari’ah oleh Bank Indonesia dan juga Bapepam LK.

Dengan menetapkan Perturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 9/7/PBI/2007, tertanggal 4 Mei 2007, yaitu mengenai perubahan atas peraturan kegiatan usaha bank umum konvensional menjadi bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah dan pembukaan kantor bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah oleh bank umum konvensional (office channeling), diharapkan pertumbuhan perbankan syari’ah mampu menyentuh masyarakat hingga ke struktur ekonomi terkecil sehingga perbankan syari’ah dapat berkembang dengan pesat.

Pangsa pasar aset perbankan syari’ah memang baru mencapai 1,7% dari total aset perbankan nasional namun pertumbuhannya sangat menggembirakan.Rata-rata pertumbuhan perbankan syari’ah tiap tahunnya adalah 60%. Hingga saat ini, ada total 3 Bank Umum Syari’ah, 24 Unit Usaha Syari’ah, serta 105 BPRS dan jumlah itu terus berkembang hingga sekarang. Dengan demikian , sepertinya target Bank Indonesia untuk mencapai pertumbuhan perbankan syari’ah sebesar 5% pada tahun ini sepertinya akan tercapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s