02. Sadarlah

Sadarlah

Tak bernama coba memperkenalkan diri

Tak berwajah coba bercermin pada bayangan

Sendiri dalam luapan keramaian

Mengulurkan tangan yang tak pernah terjangkau

Siang ku terlalu sepi

Malam ku terlalu dingin

Anganku terhempas oleh lalu lalang kebohongan

Dunia ku bagai suramnya arau

Tak seindah hamparan permadani

Tapi aku tidak mati

Tidak pula bernyawa

Aku hanya terjaga

Hingga aku terbangun dari mimpi

Dan semua menjadi secerah mentari

One thought on “02. Sadarlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s