Kebijakan adalah suatu tindakan atau keputusan yang diambil secara responsif ataupun antisipatif untuk menanggulangi suatu kejadian dengan harapan keadaan akan berubah sesuai dengan yang diinginkan.
Otoritas yang berwenang untuk mengeluarkan kebijakan pembiayaan bagi bank di Indonesia adalah Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia. Bank Indonesia juga bekerja sama dengan Dewan Syari’ah Nasional dan instansi keuangan lainnya dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakannya agar sesuai dengan keadaan pasar dan masyarakat serta sesuai dengan prinsip syari’ah.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas harus melihat dari sisi efektifitas makro dan mikronya. Bagaimana suatu kebijakan dapat dilakukan oleh target kebijakan secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga tidak menimbulkan lag atau goncangan pada struktur ekonominya serta memperhatikan bagaimana respon yang diperlihatkan oleh pasar dalam menyikapi kebijakan baru agar respon tesebut bukan respon yang bersifat negatif.
Kebijakan dikeluarkan oleh otoritas dengan tujuan untuk memajukan perekonomian bangsa khususnya pada industri perbankan agar mampu bersaing secara sehat dipasar regional maupun internasional.
Kebijakan tersebut juga harus mengikuti kebiasaan dan pola berdagang industri tanah air. Melihat kepada sejarah, ketika suatu kebijakan diterapkan karena melihat keberhasilan penerapan kebijakan yang sama dinegara lain, justru Indonesia tidak mampu untuk melakukan secara baik kebijakan itu. Hal ini karena kebiasaan serta tata cara yang berbeda antara kedua negara tersebut. Maka otoritas harus mengenal secara dekat preferensi-preferensi dari pasar dan masyarakat agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara utuh dan sustain.
Kebijakan ekonomi terkait dengan efektivitas wilayahnya terbagi menjadi dua, yaitu kebijakan makroekonomi dan kebijakan mikroekonomi. Kebijakan makroekonomi ditujukan agar stabilitas ekonomi dinegara tersebut terkendali dan dapat berjalan lancar secara makro. Skala pengukuran kebijakan makroekonomi adalah pertumbuhan GDP kearah yang positif. Sedangkan kebijakan mikroekonomi adalah kebijakan industri-industri rumah tangga atau perusahaan dalam mengoptimalisasikan pendapatannya. Kebijakan makroekonomi turut mempengaruhi kebijakan-kebijakan mikroekonomi, begitu pula sebaliknya.
Sedangkan jenis kebijakan ekonomi berdasarkan instrumennya terbagi menjadi dua; kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Dua kebijakan ini saling terkait satu sama lain. Kebijakan moneter turut mempengaruhi perekonomian suatu negara secara keseluruhan sebagaimana pengaruh kebijakan fiskal terhadap aktivitas perekonomian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s