Institusi ekonomi

Institusi dalam struktur social masyarakat secara garis besar meliputi tiga hal, yaitu institusi keluarga dan kekerabatan, institusi agama dan institusi pendidikan. Institusi ini lahir sebagai factor pendukung dan pendorong lahirnya institusi ekonomi seperti insitusi pasar.
Institusi keluarga adalah pendorong utama lahirnya suatu institusi ekonomi. Misalkan, dalam sebuah keluarga yang telah sekian lama melakukan suatu pekerjaan yang turun temurun maka keluarga tersebut akan terus menerus menurunkannya kepada anak-cucunya. Ketika institusi kekerabatan mulai terbentuk secara homogen dalam suatu wilayah, dengan ciri pekerjan yang sama maka mereka – tanpa mereka sadari – telah membentuk pasar bagi mereka sendiri.
Kemudian interaksi social yang berkembang dalam kekerabatan tersebut melahirkan suatu stereotype yang dipandang orang luar sebagai berkembangnya institusi ekonomi berdasarkan atas etnisitas. Dan masyarakat yang dipekerjakan dalam usaha tersebut cenderung berasal dari etnis yang sama. Pekerja-pekerja ini yang kemudian memperluas identitas masyarakat mereka tersebut.
Institusi kekerabatan yang diciptakan secara structural dalam masyarakat seperti adanya komunitas-komunitas yang berdasarkan pada homogenitas etnisitas seperti ibu-ibu pengajian yang membentuk kelompok arisan juga merupakan salah satu penyebab munculnya institusi ekonomi. Institusi ekonomi ini kemudian berkembang menjadi institusi ekonomi alternatif (Putnam, 1993a :167-171; dan Granovetter, 1998: 137-142). Bahkan Geertz (1962) menyebutnya sebagai middle-rung (institusi penyangga menengah). Institusi ini tumbuh dalam masyarakat karena hal ini mampu mengorganisasikan perilaku ekonomi tradisonal dan rasional secara terus-menerus.
Organisasi dalam masyarakat seperti adanya jaringan social yang ketat berdasarkan etnisitas juga mneghasikan perkembangan ekonomi secara informal. Akses-akses kredit yang dimiliki oleh salah seorang diantara mereka membuat perekonomian dapat berkembang jika kredit tersebut diperlakukan secara benar. Hubungan timbal balik antara pemilik kredit dengan peminjam dalam suatu komunitas menciptakan system ekonomi based on trust yang kemudian menciptakan tindakan ekonomi bukan berdasarkan atas kepentingan ekonomi yang rasional-impersonal (self interest) tetapi juga untuk kepentingan-kepentingan social yang emosional-personal (group oriented, nilai-nilai moral dan pengkuan social) (Portes, 1998a).
Institusi ekonomi yang bersifat informal dapat membantu memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat tingkat grass root menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s