Revolusiii, Revolusi, Revolusi sampai mati….

revolusi sampe skripsi kali yak?!hahahahahah…!!!

 

@ Mess KontraS..

Diskusi malam ini cukup berkesan buat gue. Sampe gue ganti status YM gue ‘Revolusiiii.., revolusiiii.., revolusi sampai matiii…(the question is, what should we have to revolve now???)’..

Dulu, waktu awal-awal gue masuk kuliah, dan mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan, gue berpikir ‘ahk, aksi2 atau demo2 itu udah gak ada gunanya. Karena sekarang semua sudah terakomodir oleh hukum (konstitusi)’. Sampe akhirnya gue ga pernah ikut demo. Dan gue mulai intens mengikuti kabar-kabar pergerakan mahasiswa dikampus ataupun diluar kampus gue. Rasa idealisme gue mucul. Dan gue ikut dalam beberapa organisasi (bahkan membangun suatu jaringan kemahasiswaan baru). Akhirnya gue sering turun kejalan. Seringnya aksi damai sih, kayak yang barusan. Tapi gue berfikir bahwa mahasiswa sekarang tidak akan mencapai momentum yang sama ketika tahun 1998.

Pengalaman gue sendiri ketika mengajak temen-temen untuk ikut serta dalam memperjuangkan keadilan, nasionalisme, dsb.,sangat susah sekali mendekati mahasiswa2 jaman ini. Jaman gue. Mereka selalu berpikiran bahwa semuanya sudah baik-baik saja. Semua sudah teratur dan bebas. Tetapi mereka sendiri tidak pernah merasakan, apa sebenarnya hakikat kebebasan itu. Pernah gue ngajak temen gue, yang gaya hidupnya hedon sekali. Mapan dalam arti apapun. Tetapi, isu2 yang gue tawarkan sepertinya kurang seksi bagi dia.

Ada yang harus dirubah dalam pendekatan kepada mahasiswa ini. Ada yang harus dirubah atas mindset mereka bahwa everthing is NOT okay (yet). Gue pernah mencoba untuk melakukan saran temen gue yang bilang, ikutin gaya hidup mereka. Nonton film misalnya. Gue ikutin. Nonton film lalu berdiskusi. Lama kelamaan, peserta yang hadir menyusut. Padahal makin hari udah dikasih sesuatu yang baru, tapi masih gak mempan.

Kampus gue, pergerakan mahasiswanya lumayan. Semua elemen mahasiswa hidup dan saling bersaing dikampus. Tapi gue menyayangkan sekali. Yang gue lihat adalah mereka memperjuangkan sesuatu yang bertujuan untuk kekuasaan  mereka dikampus. Ataupun isu-isu yang sebatas hanya dikampus. Memang itu perlu, tapi menurut gue esesnsi pergerakan mahasiswa bukan untuk itu. Bahwa mahasiswa adalah agen perubahan dan kontrol atas penguasa. Bukan hanya penguasa kampus. Tapi juga pemerintah.

Isu terakhir adalah isu BHP. Sepertinya pergolakan dikampus mengenai BHP hanya anget2 tai ayam. Bentar langsung ilang. Harusnya mereka bisa terus konsisten terhadap perjuangan mereka melawan pemasungan hak atas pendidikan tersebut ketimbang berdemo didalam kampus yang tujuannya berkaitan dengan pemilihan umum raya (pemira) kampus; tarik menarik kekuasaan BEM di kampus.

Atau mungkin karena mereka tidak mempunyai kaderisasi atau regen yang mumpuni??mungkin iya. Secara tiap demo yang gue lihat selalu orangnya itu lagi, itu lagi.

So, apa kabar pergerakan mahasiswa saat ini?? Sapakah kalian sudah tidak punya sense lagi terhadap rakyat, terhadap keadilan, hak asasi manusia, bumi kita?? Apakah kalian masih memiliki pemikiran untuk terus maju tanpa rasa takut?? Ataukah kalian hanya menjadi monyet ompong??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s