Perempuan

Diskusi Seksualitas dan Gender

Hahahahaha!!!!

Baru kali ini gua diskusi di status pesbuk.. hahayyy…

Tadinya gue cuma iseng naro status ‘ Jangan sampai menjadikan kita perempuan yang lemah!!!!’ soale keingetan sama diskusi film perempuan berkalung sorban yang bareng temen PeMiLIK dan DKS-UNJ adakan di UNJ. Mpe ada 24 komen (including mine), sama 2 people like it.

Rekap Komen

Berikut komennya, ditulis persis seperti yang ada distatus pesbuk gue:

>> Ahmad Syauqi : weitz . . Kyak’y Korban NiH . . yang sabar buw . .

>> Elda Wediana : hidup STRONG WOMEN !!!!! hohohoho……………..

>> Rizka : korban ape??? Pan gue menyemangati para perempuan disana agar bisa menjadi perempuan yang         bebas untuk berekspresi…

>> Roy Keane : nge-Gym aje biar kuat… hahaha

>> Rina Septiani : laga lo ka tengil bwanget’z

>> Rizka : nge-Gym itu masuk diranah seksualitas bang roy.. itu mah sudah ditakdirkan demikian oleh Tuhan.. secara biologis, perempuan memang tidak se-strong cowo.. tapi secara gender.. perempuan harus bisa sejajar dengan lelaki… gender dan permasalahan fisik-biologis seperti itu sangat berbeda..
Gituh..

>> Rizka : lah…gue beneran mereeeeeemmmmmm….!!!!! Pernah gak, lo merasa kalo lo gak boleh melakukan sesuatu yang sebenernya lo bisa, tapi gak bisa HANYA KARENA lo PEREMPUAN????

>> Riang Ayus Anggareta : knapa wanita selalu merasa direndahkan ?

>> Ghafur Garcia : wanita tetaplah wanita… bahkan perayu pun dapat dirayu..

>> Rizka : kenapa wanita selalu merasa direndahkan???sisterhood, dalam diri perempuan… pergerakan perempuan bergerak secara paralel (Gadis – Feminisme ; Sebuah Kata Hati). Dikota emang gak terasa bahwa perempuan tidak termarjinalkan.. memang sih, masih ada yang perlu diperjuangkan untuk perempuan dikota..kuota 30% dipemerintahan juga belum cukup..wanita masih berjalan dalam frame laki-laki (patriarch)..
Tapi tau gak bang, kalo didesa tah ada anak perempuan 8th uda dikawinin?!tau gak bang, ada desa yang terdekat dengan kota, masih mengekang anak gadisnya untuk tidak menuntut ilmu???

>> @bang ghafur: wanita tetaplah wanita.. secara kodratiah, dia adalah wanita.. dan secara kodratiah juga, laki-laki adalah laki-laki..hehehehe

>> Hibatun Naeem: teruntuk neneng geulis Rizka Argadianti Rachmah, agaknya masih ambigu pernyataan mu neng, kuat dan lemah masih relatif, seperti hal-nya apapun didunia ini yang masih juga relatif.
Maaf, seperti apa ya perempuan lemah itu? Yang sangat amat dihindari itu? Dan apa kiranya yang memicu dirimu membuat pernyataan demikian? Yang bisa membuat wanita menjadi lemah? Tolong diusahakan jawabannya tidak menyindir pihak2 tertentu [aku maksudnya.. :)) hahaha]
Klw demikian adanya sepertinya aku mewajari dirimu yang pernah mencoba beralih ke banci, mungkin mereka mendekati definisimu mengenai perempuan tidak lemah.. hyahaha
Maaf ya neng, harap di maklum hari ini ke gajeboanku kadarnya sudah melewati batas, jadi ya kolom comment juga aku pikir bisa jadi notes. :))
But anyway, I love you still and always, emuwaach emuwaach.. :-*
@kang ayus , iya knp ya.. klw gituyang ngerasa ga direndahkan bukan wanita ya..? aku bukan wanita klw gitu.

>> Rizka : kuat dan lema itu bukan dalam bentuk fisik ataupun kategori yang masuk dalam unsur biologis (seksualitas)…. Yang dimaksud kuat dan lemah disini adalah kuat dan lemahnya perempuan dalam konteks gender (gender bukan hanya berarti perempuan saja. Gender juga mencakup laki-laki).. makanya uda dikasih prolog sebelumnya diatas..
Posisi tawar perempuan dalam politik, peranan perempuan dalam berkiprah disegala bidang deh.. hak-hak perempuan..
Stuff like that…
Yah, LGBTI; Lesbian, Gay, Bisex, Transse, Intersex.. mereka juga dalam lingkup pembahasan gender dan seksualitas teh..
Bukan untuk mem-perempuan-kan segala hal.. atau mengistimewakan perempuan.. tapi untuk memanusiakan perempuan (>>punten, lupa.. ini perkataan Ibu Neng Dara dari Komnas Perempuan pada Diskusi Publik ‘Kebijakan Sensitif Jender’ yang diadakan oleh The Indonesian Institute dan Pemkab Tangerang di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci pada 24 Juni 2009) (yang belum termanusiakan)..
Kita yang hidup dikota, dimana seluruh unsur budaya dan toleransi bersatu (melting pot), tidak menyadari hal itu memang terjadi.. tapi kita jangan lihat keatas mulu.. kudu lihat kebawah juga..

>> Riang Ayus Anggareta : kenapa wanita merasa tidak di-manusia-kan?

>> Hibatun Naeem : seperti yang neng rizka bilang, jangan liat keatas melulu, kenyataannya bahwa dibagian-bagian tertentu dibumi pertiwi ini masih saja ada perlakuan-perlakuan tidak manusiawi terhadap perempuan.
Tapi, bukannya ada juga ya perempuan-perempuan yang tidak me-menusia-kan dirinya sendiri neng? Ada ga tuuuh.
Melihat kebawah juga jangan melepaskan yang diatas, yang kebablasan terlena dengan toleransi yang bersatu tadi hingga tidak menyadari bahwa sesunguhnya ada perempuan yang justru berhenti me-menusia-kan dirinya sendiri.

>> Riang Ayus Anggareta : apakah lemah itu sifat yang negatif?

>> Rizka : Betul the..pernyataan eteh juga menjawab pertanyaan bang riang..
Memang dalam realitanya, ada (ada loh, bukan berarti semuannya), perempuan yang dengan sadar mengeksploitasi dirinya sendiri, dan ada perempuan yang sadar atau tidak, telah tereksploitasi oleh struktur sosial..
Seperti contohnya, madonna..atau aura kasih (kalo Indonesianya gitu), mereka dengan sadar untuk berpakaian demikian, mengeksploitasi tubuhnya sendiri dengan kesadaran penuh, mpe dya bisa bukan dilecehkan, tapi dikagumi orang..
Tahap dimana dya, mampu memanage dirinya dan menghargai dirinya sendiri..
Lemah dalam konteks seksualitas bukan hal yang negatif.. tapi dalam konteks gender, itu suatu hal yang negatif..

>> Riang Ayus Anggareta : ooouuw gitu ya, hahaha … hebat ya gw, pertanyaan satu baris bisa panjang jawabannya…
Mau2nya, hahaha….
Btw,.. TERIMAKASIH 

>>Hibatun Naeem : iyah bener, lemah dalam konteks seksualitas bukan hal yang negatif, itu manusiawi..
Masih ada neng, terkadang secara (tidak) disengaja perilaku-perilaku tidak manusiawi terhadap perempuan tersebut berlindung dibalik hukum2 agama, tp justru sebenarnya banyak yang dikarenakan salah meng interpretasikan hukum-hukum agama.
Tp yang jelas, banyak juga usaha-usaha me-manusia-kan perempuan tadi (yang oleh perempuan juga) justru berujung tak terkendali dan malah sama-sama juga menafikan adanya hukum-hukum agama.

>> Rizka : ya iyalah mau dijawab..soale uda 2x kan bang riang teh nanya??yang pas dKereta balik dari cisalada nanya juga kan?? Hohoh.. tapi keknya waktu itu jawabannya kurang mengena ya??hihih..

>> Rizka : iyah..itulah gimana orang berfikir tentang gender.. (knp daku tulis orang berfikir, karena pergerakan feminis jg dilakukan oleh laki-laki loh?!kek Mas Pram – Pramoedya maksdunya.,lewat karya sastranya)..
Pemikiran feminis atau gender juga banyak..ada feminis libertarianis, multikulturalis, eksistensialis, (sama satu lagi apa ya, lupa.. hehe)..punya pemikiran dan tindakan yang berbeda2..
Idealnya..ga ada yang ideal..haha!!
Gak dink..
Untuk yang idealnya (untuk menyatukan semua mazhab feminis itu maksudnya) adalah seperti yang udah kita bahas tadi..

>> Rizka : @elda: Yeah!!generasi GIRL POWER..!!!hahahahahah..!!
Lanjutkan!!
Lebih cepat lebih baik!!!
Hweheheh…

>> Hibatun Naeem : tapi aku masih mikir y neng, ga ada apapun yang atas nama feminisme [kalo feminisme’y tidak berkembang ya, terus aja terkait dengan awal mulanya] yg pantes diterapkan disini.
Kita punya Islam gitu loh neng, yang seandainya diterapkandan diinterpretasikan dengan benar, kita gak butuh gerakan-gerakan terapan dari manapun untuk mengangkat harkat derajat perempuan.
Iya ga siih? Ooh engga ya.. huhu ya sudahlah.
Tengkyuw ya neeeeeng.

>> Rizka : bener teh..
Sebenernya da aku gak mau mengaitkan dengan pembahasan yang bersifat teologis.. karena didunia ini bukan cuma muslim yang hidup..
Tapi kalo nilai-nilai islami itu mau diterapkan dengan relevan, maka perempuan juga gak usah susah payah mengadvokasi perempuan itu sendiri..gak perlu melakukan gerakan-gerakan feminis dan gender..
Tapi balik lagi, kalo itu diinterpretasikan dengan bijak (kalo bisa mah dengan benar)..
Hoho..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s